Skip to content

Periksa Diri kalau Jodoh tak kunjung datang

4 November 2011

Berbicara masalah jodoh memang agak sensitif karena hal yang selalu mengaitkan perasaan dan tingkah laku. Begitu juga jodoh selalu berkaitan juga dengan sebuah bentuk. Wajar bila kebanyakan orang mencari jodoh berdasarkan kriteria fisik. Namun ketika jodoh tak kunjung datang, kriteria tersebut sebaiknya diubah.

Berbagai upaya boleh saja dilakukan guna mencari pasangan idaman. Berderet kriteria juga boleh saja dibuat ketika hendak menemukan jodoh. Nyatanya, kebanyakan orang mensyaratkan kualitas fisik pada diri calon pasangannya.

Menurut Joanne Warsito selaku pendiri Matchactually Asia, professional matchmaking pertama di Indonesia, kriteria fisik sepatutnya hanya diposisikan sebagai atribut atau penyerta. Ini merupakan gambaran kecil (small picture) di antara gambaran besar (big picture) kisah cinta masa depan seseorang.

“Kebanyakan orang enggak lihat big picture, tapi small picture. Big picture misalnya menjadi ibu, antar anak sekolah, suami bahagia. Small picture, misalnya sosok yang tinggi, penghasilan besar, berkebangsaan tertentu. Belum tentu orang yang enggak bisa punya itu, enggak bisa kasih kebahagiaan,” katanya ketika berkunjung ke redaksi okezone, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Joanne menambahkan, kriteria yang bersifat big picture cenderung bisa memenuhi harapan sebuah hubungan jangka panjang ketimbang small picture. Pasalnya, setiap orang bisa berubah, misalnya suami yang baru Anda nikahi sebulan tiba-tiba saja dipecat sehingga tidak lagi memiliki kriteria penghasilan tinggi seperti yang Anda syaratkan.

Ketidakmampuan melihat gambaran besar inilah yang menjadi kesalahan banyak orang dalam mencari jodoh. “Anda melihat big picture, tapi kenapa enggak lihat itu dari awal. Kesalahan banyak orang mencari jodoh adalah overanalized, mereka cepat memutuskan dan cepat putus asa?,” ulasnya.

Berdasarkan pengalaman Joanne menghadapi puluhan kliennya, setiap orang bila diselami kedalaman hatinya sebenarnya mencari jodoh yang mampu membahagiakannya. Hanya, kebanyakan menutupinya dengan atribut fisik.

“Satu menit pertama, cari orang yang fisiknya oke. Menit kedua, kasih syarat harus pintar masak, sayang ibunya, cenderung lebih pribadi. Ketiga, calon pasangannya harus sayang dia. Ini bukan prioritas terakhir, tapi single itu kayak bawang bombai, harus dibuka selapis demi selapis sampai akhirnya dia tahu apa yang dia butuhkan. Intinya, Anda hanya butuh orang yang perhatian,” tutupnya.

(ftr)

Sumber : Okezone

 

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: