Skip to content

Mengenali Soulmate dari Bau Keringat ?

11 Juni 2010

mangkutak blogSebuah prasangka yang selalu bikin penasaran sehingga kita telusuri kebenarannya demi keyakinan dan kepahaman dalam tips-tips gaya kehidupan. Pasangan benar-benar merupakan soulmate alias belahan jiwa dapat saling mendeteksinya lewat perasaan. Keakraban keduanya bisa terlihat jelas lewat perasaan takut, bahagia, dan gairah seks. Loh, kok bisa?

“Keakraban dengan pasangan meningkatkan deteksi sinyal emosional pada bau tubuh keduanya,” kata psikolog Denise Chen dari Rice University kepada ScienceNews, sebagaimana dikutip Times of India.

Untuk menyimpulkan, Chen dan timnya meneliti 20 pasangan heteroseksual yang telah bersama selama satu sampai tujuh tahun. Para partisipan penelitian dipertontonkan video untuk menginduksi perasaan kebahagiaan, ketakutan dan gairah seksual mereka. Selama menonton video, bantalan keringat dari ketiak mereka dikumpulkan. Kemudian, para partisipan diminta mencium bau keringat pasangan, sambil diberikan pula bau keringat orang lain. Mereka diminta menebak keringat pasangannya. Bila benar-benar belahan jiwa, maka saat mencium keringat pasangannya, ia akan merasakan perasaan tertentu.

Satu tabung berisikan keringat disediakan bagi para partisipan. Keringat yang dikumpulkan selama video berlangsung dimaksudkan untuk mendorong emosi tertentu. Di sisi lain, para peneliti juga menyediakan wadah lain yang terkandung dalam keringat berbau netral (campuran dari keringat).

Hasilnya? Hampir dua pertiga selama waktu menonton video, para partisipan menunjukkan emosi tertentu akibat bau badan pasangannya. Lebih lanjut, pasangan yang telah hidup bersama selama bertahun-tahun memiliki “penciuman” emosional terbaik, meskipun ditemukan sedikit perbedaan dalam kemampuan tiap-tiap pasangan untuk mengidentifikasi bau yang terkait dengan rasa takut, kebahagiaan, atau gairah seksual pasangannya. Penelitian ini sendiri dipresentasikan pada konvensi tahunan Association for Psychological Science.

Sumber : Okezone

One Comment leave one →
  1. dian anggriani kalape permalink
    5 Desember 2011 08:29

    saya setuju,, karna saya juga merasakan itu,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: