Skip to content

Penyuluhan Kesehatan tentang pasien ibu NIFAS

21 Januari 2009

I Pengaruh Status Gizi Ibu Pada Menyusui

Bila kebutuhan energi wanita usia reproduksi sebesar 2100 kcal/hari, seorang ibu menyusui memerlukan asupan rata rata 2700 kcal dalam kesehariannya. Tambahan sebesar 500-700 kcal tersebut tak lain diperlukan Untuk keperluan biosintesis ASI. Ekstra energi tersebut pun tidak semuanya harus didapatkan dari intake makanan yang dikonsumsi busui sehari hari. 200 kcal ternyata telah tersedia di tubuh ibu berupa cadangan deposit yang telah dibentuk sejak dimulainya proses kehamilan. Sisa 300-500 kcal/hari lah yang baru diharapkan diperoleh dari intake makanan keseharian sang ibu. Jadi tidak tepat bila dikatakan seorang busui harus makan dengan porsi “besar besaran” agar tidak kelaparan dan produksi ASI lancar.

Hubungan antara data antropometri sang busui – misalnya Body Mass Index (BMI)- dengan volume atau energi yang dihasilkan dari ASI juga tidak dapat dibuktikan keterkaitannya hingga saat ini. Studi studi ilmiah bahkan membuktikan bahwa dengan status gizi ibu yang marjinal, kuantitas ASI yang dihasilkan dapat mencukupi kebutuhan sang bayi.

Data antropometri sendiri, misalnya BMI,biasanya akan berpengaruh terhadap berat badan bayi yang akan dilahirkan, namun tak ada kaitannya dengan produksi ASI. Karenanya busui yang kurus, normal ataupun “overweight” sebenarnya tidak perlu mengkhawatirkan volume produksi ASI yang dihasilkan. Dengan bekal keyakinan produksi ASI akan mencukupi kebutuhan si kecil dan seringnya intensitas si kecil menyusu pada ibu, maka akan dijamin produksi ASI akan sesuai dengan kebutuhan sang buah hati.

Pemberian ASI turunkan BB?

Pemberian ASI yang tepat akan mengakibatkan turunnya berat badan (BB) ibu pada masa periode menyusui. Penurunan BB ini akan tetap terjadi walau tanpa dilakukannya upaya diet yang “nota bene” terlarang pada masa laktasi.

Seorang busui yang melakukan upaya pemberian ASI di enam bulan pertama kehidupan si kecil umumnya akan mengalami penurunan BB sebesar 0,6-0.8 kg/kg BB/bulan. Menyusui eksklusif dengan manajemen laktasi yang tepat bahkan akan menyebabkan penurunan BB yang optimal. Pemberian ASI setelah bayi berusia enam bulan juga akan mengakibatkan turunnya BB sang ibu, walau dengan percepatan yang lebih rendah dibandingkan enam bulan pertama menyusui.

Keberhasilan penurunan berat badan ini ternyata juga dipengaruhi oleh beberapa faktor terkait. Modus menyusui yang benar, pengaturan asupan kalori perhari sesuai dengan anjuran bagi busui, aktivitas tubuh yang memadai dan penambahan BB saat hamil yang ideal (sesuai dengan BMI yang dimiliki) adalah beberapa faktor yang berpengaruh terhadap “sukses” turun BB selama masa laktasi.

Sayangnya memang banyak wanita (khususnya di negara industri) tidak dapat meraih berat sebelum hamil walaupun aktivitas pemberian ASI dilakukan. Hal tersebut umumnya terjadi akibat terlalu besarnya asupan kalori harian saat masa menyusui, ditambah dengan aktivitas tubuh yang rendah (Winvkist dan Rasmussen 1999). Namun walaupun mereka tidak dapat meraih berat badan sebelum hamil,bila dibandingkan dengan para ibu yang tidak memberikan ASI (dengan kondisi asupan kalori tinggi, aktivitas tubuh rendah), mereka tetap menunjukkan penurunan berat badan dibandingkan kelompok kedua tersebut (Kramer et al 1993).

Busui Yang Overweight dan Obesitas

Ibu yang telah mengalami overweight ataupun obesitas sebelum masa kehamilan diharapkan mengalami pertambahan berat badan yang tidak terlalu besar. Hal tersebut penting dilakukan agar berat badan setelah melahirkan tidak meningkat secara tajam.

Dari studi menyusui yang pernah ada, seorang busui dengan masalah obesitas cenderung pula memiliki masalah yang lebih banyak pada masa pemberian ASI. Hal tersebut membuat rata rata periode menyusuipun semakin singkat. Untuk mengatasi masalah tersebut, busui dengan kondisi tersebut memerlukan konsultasi pemberian ASI profesional agar sukses menyusui dapat dicapai.

Sayangnya, kebanyakan busui dengan keluhan berat badan “berlebih” cenderung lebih menyukai tindakan “diet” atau bahkan “stop ASI” agar kelebihan berat badannya tidak semakin bertambah. Padahal tindakan diet yang dilakukan, terutama pada masa pemberian ASI Eksklusif, akan memberikan efek negatif pada produksi ASI.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Strode et al (1986), di kondisi ekstrim asupan kalori yang kurang dari 1500-1700 kcal per hari dapat mengurangi 15% volume ASI yang diproduksi. Simpulan dari studi Mackey et al (1998) juga merekomendasikan agar busui jangan sampai melakukan diet (apalagi yang bertujuan untuk mereduksi BB) “tanpa” melalui konsultasi profesional dengan ahlinya karena hal tersebut akan memperbesar bahaya terjadinya under supply beberapa mikronutrisi yang ada di ASI. Karenanya jelas, tindakan diet (terlebih diet radikal) adalah tindakan tabu yang dilakukan selama masa pemberian ASI!.

Studi yang meneliti perubahan komposisi ASI pada busui yang overweight sayangnya belum banyak dilakukan. Hanya terdapat sedikit informasi yang menyatakan bahwa ASI dari busui yang kelebihan BB memiliki kadar lemak yang tinggi (Prentice 1994).

Produksi ASI Pada Ibu Malnutrisi

Satu kenyataan yang membahagiakan, wanita dengan masalah gizi ternyata tetap mampu memproduksi ASI secara normal. Namun, kondisi malnutrisi yang ekstrim dan berkepanjangan dapat mempengaruhi kandungan beberapa zat yang terdapat dalam ASI.

Asupan energi busui yang kurang dari 1500 kcal per hari ternyata dapat menurunkan produksi ASI sebesar 15%. Kandungan total lemak pun akan menurun disertai dengan perubahan pola asam lemak yang ada. Komponen imun dalam ASI (juga kolostrum) kuantitasnya akan rendah seiring dengan semakin buruknya status nutrisi busui.

Tabu tabu makanan “strik” yang kadang dijumpai di masa menyusui ternyata berpengaruh pada kondisi defisiensi vitamin-vitamin yang larut dalam air. Hal yang sering kali ditemui adalah rendahnya konsentrasi vitamin C dalam ASI. Berbeda dengan vitamin A, D, E, dan K yang larut dalam lemak, komposisi vitamin vitamin tersebut umumnya lebih bergantung pada status nutrisi busui dibanding asupan makanan sehari hari.

Adanya hubungan antara malnutrisi pada busui dengan komposisi ASI juga ditemukan pada konsentrasi mikronutrisi yodium dan selenium. Namun keterkaitan tersebut tidak dijumpai pada besi, zinc. kalsium dan magnesium. Artinya, di kondisi tersebut asupan harian busui tidak banyak mempengaruhi konsentrasi harian mineral mineral yang telah dikemukakan.

Seorang busui dengan masalah gizi non kronis, yang kerap kali hamil serta menyusukan anak anaknya beberapa tahun lamanya, ternyata tetap dapat menghasilkan ASI dengan kualitas dan kuantitas yang mencukupi. Temuan studi itu memang relatif”menenangkan”.

Namun demikian, kondisi di atas bila dibiarkan berkepanjangan sedikit banyak akan mempengaruhi keadaan gizi sang ibu sendiri. Karenanya pemberian suplementasi amat diperlukan, khususnya demi kepentingan kesehatan dan status gizi sang ibu di masa depan.

Di daerah yang termasuk endemik defisiensi Vitamin A, diharapkan para ibu mengkonsumsi suplementasi vitamin A sebanyak 200.000 IU. Asupan tambahan vitamin tersebut hendaknya diberikan selama delapan minggu pertama setelah persalinan. Pemberian selama masa kehamilan hendaknya dihindari mengingat mungkin munculnya efek teratogenik pada janin. Suplementasi yodium juga perlu dilakukan pada bumil dan busui di daerah yang tergolong mengalami defisiensi yodium. Dengan pemberian supplementasi diharapkan konsentrasi mikronutrisi tersebut dapat meningkat dalam tubuh ibu.

Pemberian supplementasi makanan idealnya dimulai sebelum sang ibu menjalani kehamilan. Upaya tersebut juga perlu diteruskan saat mengandung bahkan setelah persalinan. Si kecil sendiri akan mendapatkan manfaat langsung dari pemberian suplementasi pada bumil dan busui walau perbaikan status gizi sang ibu belum memberikan hasil yang relevan.


II ASI dan PUTING SUSU

Untuk mendapatkan ASI yang banyak, sebaiknya ibu sudah mengkonsumsi sayuran hijau, kacang – kacangan dan minum sedikitnya 8 gelas sehari, sejak si bayi masih dalam kandungan. Karena ini merupakan awal yang baik untuk mendapatkan ASI yang banyak, jangan lupa perawatan dengan menggunakan Baby Oil dan massage di sekitar payudara selama hamil juga dapat membantu puting yang mendelep.

Selama bayi masih dalam kandungan dan setelah melahirkan, Ibu juga sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi susu dan makanan bergizi lainnya agar produksi ASI semakin meningkat.

Berikut ini adalah beberapa cara lain untuk memperbanyak ASI;
– Tentu saja makanan yang di konsumsi harus makanan yang bergizi,
– Minum susu madu
– Minumlah air putih minimal 8 gelas sehari
– Sayur Hijau dapat membantu menghasilkan ASI (Misalnya; sayur daun katuk dan bayam, sayur jantung pisang, sayur daun pepaya dll)
– Kacang-kacangan juga bagus untuk memproduksi ASI (misalnya : kacang hijau atau kacang goreng / rebus bisa dijadikan camilan untuk ibu menyusui)
– Banyak makan buah-buahan yang mengandung air
– Jangan stress, sedih, marah atau perasaan-perasaan negatif lainnya
– Tambahkan vitamin bila diperlukan

Ada sebagian Ibu menyusui yang takut untuk memompa ASInya, karena ASI akan terbuang dan berkurang, padahal teori yang betul adalah, semakin sering ASI dipompa akan semakin banyak ASI berproduksi. Untuk memompa ASI, sebaiknya langsung memassage payudara dengan menggunakan tangan kita dari pada memompa dengan menggunakan alat, karena dengan menggunakan tangan ASI akan semakin terangsang untuk dapat berproduksi. Hasil yang di dapatkan pun akan lebih banyak dengan menggunakan tangan dibandingkan dengan mengunakan alat pompa.

Tentang puting mendelep, Ibu harus rajin memassage dengan menarik – narik puting kearah luar menggunakan baby oil atau bisa juga dicoba dengan menggunakan ‘suntikan’, atau ‘sambungan puting’ yang banyak tersedia di toko-toko bayi. Kalau sianak mengigit, ibu harus bersabar mungkin karena posisi menyusui yang salah, atau mungkin karena sianak kesulitan mencari puting. Jangan dipaksa apabila sianak tidak mau ASI, karena pemaksaan dapat membuat trauma. Biasanya karena terlalu lama menggunakan dot, sianak jadi malas kembali ke ASI, karena dengan bantuan dot sianak tidak harus bersusah payah mencari puting, susu sudah dapat keluar dengan sendirinya. Pada saat sianak tidak mau kembali ke ASI, biasanya ini disebut juga sebagai ‘bingung puting’. Untuk mengatasi ini diperlukan kesabaran, ketelatenan dan kasih sayang ibu terhadap anak.

III ISTIRAHAT

Cuti melahirkan adalah waktu bagi ibu untuk berhenti dalam jangka waktu tertentu dari pekerjaan karena melahirkan. Umumnya perusahaan menetapkan waktu selama tiga bulan untuk cuti melahirkan. Realisasinya pun beragam, ada pula yang menetapkan peraturan cukup longgar, misalnya saja karyawati boleh mengambil cuti sejak satu minggu sebelum melahirkan.

Kapan waktu paling tepat?
Sebenarnya tidak ada istilah “ waktu yang paling tepat ” untuk cuti melahirkan. Semua tergantung pada kondisi kehamilan dan kekuatan Anda menjalani kehamilan di bulan terakhir, serta tuntutan pekerjaan. Anda hanya perlu memantau kondisi kehamilan Anda untuk menentukan kapan Anda siap cuti. Jika dokter kandungan menyarankan Anda menjalani istirahat total dua bulan sebelum melahirkan, Anda perlu mencari tahu peraturan perusahaan tentang cuti yang tidak dibayar. Meski saat melahirkan bukan hal yang sepele, tetapi pekerjaan kantor pun tetap harus diselesaikan.

Buat daftar pekerjaan apa saja yang harus Anda selesaikan dan pekerjaan-pekerjaan yang sedang dalam proses Anda selesaikan. Kemudian, komunikasikan hal ini dengan teman-teman satu tim dan atasan Anda. Anda perlu punya niat baik untuk membantu memudahkan atasan mendelegasikan pekerjaan Anda pada rekan kerja Anda. Dengan begitu rekan kerja Anda pun tidak mengalami kesulitan saat menggantikan tugas Anda.

Hilangkan pikiran bahwa Anda dapat sekali-sekali mengunjungi kantor Anda untuk menyelesaikan pekerjaan yang belum selesai. Sebab setelah melahirkan, fisik Anda akan sangat letih. Apalagi, dengan hadirnya si bayi baru. Sehingga walaupun cuti dari pekerjaan, belum tentu Anda bisa cukup istirahat. Emosi Anda pun akan sangat berbeda setelah si kecil lahir. Keinginan Anda untuk sekali-sekali meninggalkan si kecil sirna, karena ia begitu bergantung pada Anda. Pada saat Anda meninggalkan kantor, pastikan bahwa pekerjaan yang Anda tangani selesai. Atau, kalau pekerjaan belum selesai, pastikan bahwa pengganti Anda dapat melakukannya dengan lancar.

IV LUKA JAHITAN

Di BErbagai Negara, Pegagan sudah sangat terkenal yaitu sebagai obat tradisional untuk berbagai jenis penyakit. Jenis tanaman yang tergolong keluarga Umbeliferae ini memang mempunyai kandungan zat kimia yang bermanfaat bagi manusia. Sampai saat ini kandungan kima yang sudah diketahui dari pegagan yaitu asiaticoside, thankunside, isothankunside, madecassoside, brahmaside, brahmic acid, modasiatic acid, meso-inosetol, centellose, carotenoids, garam K, Na, Ca, Fe, vellarine, tannin, mucilage, resin pectin, gula protein, fosfor, dan vitamin B, C dan sedikit minyak atsiri.Pegagan dapat dikonsumis baik secara oral maupun obat luar. Pada dasarnya cara pemakaian pegagan sebagai obat tradisional diseluruh dunia hampir sama yakni dengan cara dikonsumsi langsung (lalap), diramu dengan bahan lain, ditumbuk, dikeringkan atau diolah menjadi jamu serbuk.

Apakah Bisa Dengan Pegagan Luka Akibat Melahirkan MEnjadi Cepat Kering??”. Jawabannya “Ya”. Pegagan mengandung zat saponin, asiatikosida, asam asiatat, dan madekasat yang mampu memacu produksi kolagen I, yaitu protein pemacu proses penyembuhan luka. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan Annals of Plastic Surgery, dikemukakan bahwa luka akibat melahirkan dapat disembuhkan pegagan dengan cepat. Fakta Tersebut Diperkuat dengan terbitnya jurnal kedoktern di prancis (1996) yang melaporkan bahwa wanita yang habis melahirkan (pascabersalin) yang diterapi dengan ektrak pegagan dapat sembuh lebih cepat dibandingkan dengan yang hanya mendapat perawatan standar.

Lalu Bagaimana Cara Meramunya ??”. mungkin pertanyaan itu yang akan anda lontarkan.. Cara pemakaiannya sangat sedehana yaitu hanya dengan menumbuk segenggam pegagan dan ditambah seditik air hingga tampak halus… Lalu hasil ekstrak pegagan tadi di letakan di bagian yang luka.. bukan hanya untuk luka pascamelahirkan saja tetapi pegagan juga dapat digunakan pada luka-luka lainnya…

V SENAM NIFAS

Umumnya, para ibu pasca melahirkan takut melakukan banyak gerakan. Sang ibu biasanya khawatir gerakan-gerakan yang dilakukannya akan menimbulkan dampak yang tidak diinginkan. Padahal, apabila ibu bersalin melakukan ambulasi dini, itu bisa memperlancar terjadinya proses involusi uteri (kembalinya rahim ke bentuk semula).

Salah satu aktivitas yang dianjurkan untuk dilakukan para ibu setelah persalinan adalah senam nifas. Senam ini dilakukan sejak hari pertama setelah melahirkan hingga hari kesepuluh. Dalam pelaksanannya, harus dilakukan secara bertahap, sistematis, dan kontinyu.

Tujuan senam nifas ini di antaranya memperbaiki sirkulasi darah, memperbaiki sikap tubuh setelah hamil dan melahirkan, memperbaiki tonus otot pelvis, memperbaiki regangan otot abdomen/ perut setelah hamil, memperbaiki regangan otot tungkai bawah, dan meningkatkan kesadaran untuk melakukan relaksasi otot-otot dasar panggul.

Program senam nifas dimulai dari tahap yang paling sederhana hingga yang sulit. Dimulai dengan mengulang tiap 5 gerakan. Setiap hari ditingkatkan sampai 10 kali. Adapun gerakan-gerakannya sebagai berikut:

Hari pertama, ambil nafas dalam-dalam, perut dikembungkan, kemudian napas dikeluarkan melalui mulut. Ini dilakukan dalam posisi tidur terlentang.

Hari kedua, tidur terlentang, kaki lurus, tangan direntangkan kemudian ditepukkan ke muka badan dengan sikap tangan lurus, dan kembali ke samping.

Hari ketiga, berbaring dengan posisi tangan di samping badan, angkat lutut dan pantat kemudian diturunkan kembali.

Hari keempat, tidur terlentang, lutut ditekuk, kepala diangkat sambil mengangkat pantat.

Hari kelima, tidur terlentang, kaki lurus, bersama-sama dengan mengangkat kepala, tangan kanan, menjangkau lutut kiri yang ditekuk, diulang sebaliknya.

Hari keenam, tidur terlentang, kaki lurus, kemudian lutut ditekuk ke arah perut 90o secara bergantian antara kaki kiri dan kaki kanan.

Hari ketujuh, tidur terlentang kaki lurus kemudian kaki dibuka sambil diputar ke arah luar secara bergantian.

Hari 8, 9, 10, tidur terlentang kaki lurus, kedua telapak tangan diletakkan di tengkuk kemudian bangun untuk duduk (sit up)
VI PSIKOLOGI PADA IBU YANG MENGALAMI NIFAS.

A. Pengertian.
Masa nifas adalah masa 2 jam setelah lahirnya placenta sampai enam minggu berikutnya. Waktu yang tepat dalam rangka pengaeasan Post Partum adalah 2-6 jam, 2jam-6hari, 2jam-6minggu (atau boleh juga disebut 6 jam, 6 hari dan 6 minggu ).
Pengawasan dan asuhan post partum masa nifas sangat diperlukan yang tujuanya adalah sebagai berikut :
1. Menjaga kesehatan ibu dan batinya, baik fisik maupun psikologi.
2. Melaksanakan sekrining yang komprehensif, mendeteksi masalah mengobati, atau merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu maupun bayinya.
3. Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri, nutrisi, KB, menyusui, pemberian imunisasi pada saat bayi sehat.
4. Meberikan pelanyanan KB.
Gangguan yang sering terjadi pada masa nifas berupa gangguan psikologis seperti Post Partum Blues (PPS), depresi post partum dan post partum psikologi.
B. BABY BLUE (POST PARTUM BLUES)
Merupakan kesedihan atau kemurungan setelh melahirkan, biasanya hanya muncul sementara waktu yakni sekitar dua hari hingga dua minggu sejak kelahiran bayi yang diyandain dengan gejala-gejala sbb:
Cemas tanpa sebab
¯
Menangis tanpa sebab
¯
Tidak sabar
¯
Tidak percaya diri
¯
Sensitive
¯
Mudah tersinggung
¯
Merasa kurang menyayangi bayinya
¯
Jika hal ini dianggap enteng, keadaan ini bisa serius dan bisa bertahan dua minggu sampai satu tahun dan akan berlanjut menjadi Post Partum Sindrome.
Cara mengatasi gangguan psikologi pada nifas dengan post partum blues ada dua cara yaitu :
1. Dengan cara pendekatan komunikasi terapeutik.
2. Dengan cara peningkatan support mental/ dukungan keluarga.
C. KOMUNIKASI TERAPEUTIK
Tujuan dari komunikasi terapeutik adalah menciptakan hubungan baik antara bidan dengan pasien dalam rangka kesembuhannya dengan cara :
1. Mendorong pasien mampu meredakan segala ketegangan emosi.
2. Dapat memahami dirinya
3. Dapat mendukung tindakan konstruktif.
D. PENINGKATAN SUPPORT MENTAL/DUKUNGAN KELUARGA DALAM MENGATASI GANGGUAN PSIKOLOGIS YANG BERHUBUNGAN DENGAN MASA NIFAS.
Dalam menjalani adaptasi setelah melahirkan, ibu akan mengalami fase-fase sbb :
a. Fase Taking in yaiyu periode ketergantungan yang berlangsung pada hari pertama sampai hari kedua setelah melahirkan. Pada saat itu focus perhatian ibu terutama pada dirinya sendiri. Pengalaman selama proses persalinan sering berulang diceritakannya. Hal ini membuat cenderung inu menjadi pasif terhadap lingkungannya.
b. Fase taking hold Yaitu periode yang berlangsung antara 3-10 hari setelah melahirkan. Pada fase ini ibu merasa khawatir akan ketidakmampuannya dan rasa tanggung jawabnya dalam merawat bayi. Pada fase ini ibu memerlukan dukungan karena saat ini merupakan kesempatan yang baik untuk menerima berbagai penyuluhan dalam merawat diri dan bayinya sehingga timbul percaya diri.
c. Fase letting go merupakan fase menerima tanggung jawab akan peran barunya yang verlangsung sepuluh hari setelah melahirkan. Ibu sudah dapat menyesuaikan diri, merawat diri dan bayinya sudah meningkat.
Ada kalanya, ibu mengalami perasaan sedih yang berkaitan dengan bayinya keadaan ini disebut baby blues. Jika hal ini terjadi, disarankan untuk melakukan hal-hal berikut ini :
Minta bantuan suami atau keluarga yang lain, jika membutuhkan istirahat untuk menghilangkan kelelahan.
Ø
Beritahu suami mengenai apa yang sedang ibu rasakan. Mintalah dukungan dan pertolongannya.
Ø
Ø Buang rasa cemas dan kekhawatiran akan kemampuan merawat bayi karena semakin sering merawat bayi, ibu akan semakin terampil dan percaya diri.



VII MISI dan BUANG AIR BESAR

Terkadang kita sebagai manusia lalai terhadap kesehatan tubuh kita, sehingga tidak bisa menghindarkan diri dari makanan yang tidak higienis atau bersih dari segala macam bibit kuman dan penyakit. Apabila kita makanan yang tidak higienis maka kita bisa terserang penyakit pencernaan yang salah satu akibatnya adalah diare atau mencret-mencret. Selain itu diare dapat disebabkan oleh keracunan bahan kimia dalam makanan, masuk angin, dehidrasi (kekurangan cairan tubuh) dan lain sebagainya.

Diare adalah suatu kondisi di mana seseorang buang air besar berkali-kali dalam satu hari yang melebihi batas normal dan tinja atau feses yang keluar berupa cairan encer atau kental disertai angin / kentut dari dalam perut. Berikut di bawah ini adalah 4 (empat) teknik atau cara untuk menanggulangi diare atau mencret-mencret.

1. Minum Air Putih yang Banyak

Sering-seringlah minum air putih yang banyak karena dengan sering buang air besar maka tubuh akan kehilangan banyak cairan yang harus selalu digantikan dengan cairan yang baru. Setiap setelah BAB minumlah satu atau dua gelas air putih atau air mineral yang bersih dan sudah dimasak.

Minumlah oralit yang merupakan larutan gula garam untuk membantu pembentukan energi dan menahan diare / berak setelah habis BAB. Hindari minum kopi, teh dan lain sebagainya yang mampu merangsang asam lambung.

2. Makan Makanan Khusus

Hindari makan makanan yang berserat seperti agar-agar, sayur dan buah karena makanan berserat hanya akan memperpanjang masa diare. Makanan berserat hanya baik untuk penderita susah buang air besar.

Bagi penderita diare sebaiknya makan makanan rendah serat dah halus seperti bubur nasi atau nasi lemes dengan lauk telur asin. Di sini nasi akan menjadi gula untuk memberikan energi, sedangkan telur asin akan memberikan protein dan garam untuk menahan mencret dan sebagai zat pembangun tubuh. Hindari makan makanan di luar sembarangan serta makanan yang pedas mengandung cabai dan lada.

3. Istirahat yang Cukup

Tidak dapat dipungkiri bahwa orang yang buang-buang air akan terasa lemah, lemas, lesu, kurang bergairah, dan sebagainya. Untuk itu bagi anda yang sudah merasa sangat lemas sebaiknya meminta izin sekolah atau kantor untuk menghindari dari kemungkinan yang terburuk atau memalukan di tempat umum. Tidur sebanyak-banyaknya namun tidak melupakan waktu makan makanan dan obat harus teratur, banyak minum, beribadah dan berdoa dan lain-lain.

4. Minum Obat Dengan Dosis yang Tepat

Ada baiknya anda berkonsultasi dengan dokter dan meminta obat yang tepat untuk anda, karena setiap orang memiliki karakteristik masing-masing dalam pemilihan obat. Rumah sakit, dokter praktek, puskesmas atau balai pengobatan lain yang sesuai izin depkes adalah pilihan yang tepat karena memiliki dokter yang baik dengan obat-obatan yang baik pula. Bila anda ragu datangi saja dokter lain untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Setalah mendapatkan obat minumlah obat itu sesuai dosis yang waktu yang telah ditentukan. Biasanya dokter akan memberikan obat mules, obat mencret, vitamin dan antibiotik. Untuk obat mules dan mencret sebaiknya diminum jika perut mulas dan diare saja dan hentikan jika sudah berhenti mules dan diare. Sedangkan untuk antibiotik wajib dihabiskan agar kuman dan bibit penyakit lainnya mati total dan tidak membentuk resistensi. Untuk vitamin terserah anda mau dihabiskan atau tidak, akan tetapi tidak ada salahnya jika dihabiskan karena vitamin baik untuk anda asalkan tidak berlebihan.

VIII KEMBALI DATANG BULAN DAN MENSTRUASI

Dalam menjalani hidupnya, wanita akan melewati beberapa fase perubahan alami di tubuhnya serta masalah yang menyertainya, yaitu saat mengalami menstruasi pertama, pertama kali berhubungan seksual, mengandung dan melahirkan, hingga menopause (berhentinya menstruasi).

Salah satu masalah yang paling sering menjadi keluhan oleh kebanyakan wanita adalah nyeri saat menstruasi (dismenorrhea). Sebenarnya nyeri saat menstruasi merupakan hal yang lumrah dialami oleh setiap wanita, akan tetapi yang membedakannya adalah apabila hal tersebut mengganggu aktivitas dan kehidupan sehari-harinya.

Nyeri saat menstruasi dapat kita kategorikan menjadi dua, yaitu nyeri primer dan sekunder. Nyeri menstruasi primer yaitu nyeri menstruasi yang tidak berhubungan dengan kelainan patologis yang berasal dari panggul dan organ di dalamnya.Nyeri ini dapat terjadi 2-3 tahun setelah menstruasi pertama dan mencapai puncaknya saat wanita mencapai usia 15-25 tahun. Kemudian nyeri akan menurun intensitasnya seiring dengan pertambahan usia dan menghilang saat wanita melahirkan secara alami. Nyeri ini dapat bersifat hilang timbul atau menetap. Biasanya nyeri terasa 24 jam sebelum menstruasi dan berakhir 24-36 jam setelah menstruasi berhenti. Nyeri dirasakan pada perut bagian bawah yang kemudian dapat menyebar ke punggung atau bagian dalam paha. Gejala-gejala lain yang dapat menyertai antara lain mual, muntah, sakit kepala, cemas, gelisah, diare, pingsan, dan perut kembung.

Membaca hal diatas tentu menimbulkan pertanyaan di dalam benak anda, “mengapa nyeri dapat terjadi?”. Ada berbagai macam teori yang mencoba untuk menjelaskannya. Teori yang paling mendekati adalah yang menyatakan bahwa saat menjelang menstruasi tubuh wanita menghasilkan suatu zat yang disebut prostaglandin. Zat tersebut mempunyai fungsi yang salah satunya adalah membuat dinding rahim berkontraksi dan pembuluh darah sekitarnya terjepit (konstriksi) yang menimbulkan iskemi jaringan. Intensitas kontraksi ini berbeda-beda tiap individu dan bila berlebihan akan menimbulkan nyeri saat menstruasi. Selain itu prostaglandin juga merangsang saraf nyeri di rahim sehingga menambah intensitas nyeri. Prostaglandin juga bekerja di seluruh tubuh, hal ini menjelaskan mengapa ada gejala-gejala yang menyertai nyeri saat menstruasi.

Apabila nyeri saat menstruasi muncul saat anda berumur lebih dari 20 tahun maka ini masuk dalam kategori kedua yaitu nyeri menstruasi sekunder, yaitu nyeri menstruasi yang berhubungan dengan kelainan yang berasal dari panggul dan organ didalamnya.Biasanya nyeri ini terjadi 2 hari atau lebih sebelum menstruasi dimulai dan rasa nyeri akan semakin hebat saat menstruasi, kemudian menghilang 2 hari atau lebih setelah menstruasi berhenti.

Adapun kelainan yang dapat menimbulkan nyeri menstruasi sekunder antara lain :

- endometriosis

- sindroma Allen

- mosters

- sindroma kongesti pelvis

- kista ovarii dan tumor

- penyakit infeksi panggul

- adenomyosis

- myoma uteri

- polip uteri

- sindroma asherman

- kelainan kongenital

- alat kontrasepsi intra uterin

- stenosis dan sumbatan vagina

- dll

lalu bagaimana cara mengatasinya? Ada banyak hal yang dapat dilakukan mulai dari hal yang sederhana, pemakaian obat-obatan, hingga terapi hormonal. Berikut ini beberapa tips untuk mencegah nyeri saat menstruasi :

  1. Hindari olahraga berat selama menstruasi.
  2. Hindari konsumsi alkohol, kopi, dan juga coklat karena dapat meningkatkan kadar estrogen yang nantinya dapat memicu lepasnya prostaglandin. Hindari juga makanan bersuhu dingin misalnya es krim.
  3. Konsumsi vitamin E, vitamin B6, atau minyak ikan.
  4. Konsumsi sayuran dan buah-buahan serta makanan rendah lemak.

Beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk mengatasi sakit perut saat menstruasi :

Kompres dengan botol panas (hangat) tepat pada bagian yang terasa kram (bisa di perut atau pinggang bagian belakang)

•Mandi air hangat, boleh juga menggunakan aroma terapi untuk menenangkan diri

• Minum minuman hangat yang mengandung kalsium tinggi

Mengosok-gosok perut/pinggang yang sakit

Ambil posisi menungging sehingga rahim tergantung ke bawah. Ini bisa membantu relaksasi

Tarik napas dalam-dalam secara perlahan untuk relaksasi.

Obat-obatan yang digunakan harus atas pengawasan dokter. Boleh minum analgetik (penghilang rasa sakit) yang banyak dijual di toko obat terutama yang mengandung antara lain asam mefenamat, ibuprofen, diclofenac sodium atau naproxenen dalam komposisi obat, asal dosisnya tidak lebih dari 3 kali sehari. Apabila penggunaan obat-obatan analgesik tidak berhasil maka dapat dilakukan terapi hormonal sesuai ajuran dokter.Bila keluhan nyeri dapat dihilangkan dengan cara sederhana maka hal itu jauh lebih baik daripada penggunaan obat-obatan karena obat-obatan akan menimbulkan ketergantungan terhadap efek penghilang nyeri dan menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan.Prinsip terapi pada nyeri saat haid primer sama dengan sekunder, akan tetapi lebih baik bila Anda berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis kandungan untuk penanganan lebih lanjut.
IX
KONTRASEPSI KB

* Bisa menimbulkan komplikasi penyakit
Balikpapan, Tribun – Pemasangan alat kontrasepsi keluarga berencana ternyata tidak bisa dipasang pada sembarang pasangan usia subur. Ada sejumlah alat kontrasepsi tertentu yang harus mendapatkan perhatian khusus dari petugas pemasangan KB khususnya penanganan pemasangan alat KB pada penderita penyakit kronis tertentu.
dr Syafardi Ibrahim SPOG dari Rumah Sakit WA Syachranie Samarinda mengatakan, pemasangan alat kontrasepsi pada akseptor Keluarga bencana harus memperhatikan syarat indikasi penyakit yang diderita pemakai alat kontrasepsi. Sebelum alat kontrasepsi dipasang, pasien terlebih dulu diperiksa untuk mengetahui pengaruh kontrasepsi KB terhadap penyakit yang diderita.
“Pemasangan jenis kontrasepsi apa yang dipakai tidak sama untuk semua orang. Artinya sebelum pemasangan alat kontrasepsi harus diperiksa dulu. Ada yang cocok memakai kotrasepsi hormonal. Sementara lain bisa diberikan jenis kontrasepsi lain. Untuk penyakit tumor tidak cocok memakai kontrasepsi hormonal,” katanya saat ditemui pada Seminar Ilmiah Sehari Keluarga Berencana yang digelar Ikatan Bidan Indonesia di Comfort Hotel Sagita Balikpapan, Sabtu (8/9).
Pemasangan alat kontrasepsi hormonal berbahaya bagi penderita penyakit tumor. karena alat KB hormonal berakibat memperberat kada penyakit tumor yang diderita pasien. Kalau pemasangan alat kontrapsi tersebut dipaksakan akan membahayakan pasien sendiri. Alat kontrasepsi KB hormonal meliputi segala peralatan KB yang dipasang di bawah kulit termasuk kontrasepsi dalam mulut rahim termasuk implant KB.
Alternatif pemasangan kontrasepsi yang dipakai pasangan usia subur selain kontrasepsi hormonal adalah pemakaian kondom, obat pil KB, KB Suntik. Pemasangan alat kontrasepsi yang sesuai sangat tergantung dari hasil pemeriksaan dan pengetahuan bidan sebagai salah satu pelaksana lapangan pemasangan alat KB.
“Pemasangan alat konsepsi yang aman aadlah yang tidak ada kontra indikasi pemakaian. Hadi harus diseleksi dulu faktor keamanannya pada akseptornya. Yang paling diminati kebanyakan secara nasional tetap Pil KB yang pemakaiannya diatas 30 persen dari akseptor KB,” jelasnya.(rid)

Cara Tepat Memilih Alat Kontrasepsi Keluarga Berencana bagi Wanita

HERTI MARYANI Puslitbang Pelayanan dan Teknologi Kesehatan, Depkes RI

Pendahuluan
Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu pelayanan kesehatan preventif yang paling dasar dan utama bagi wanita, meskipun tidak selalu diakui demikian. Untuk optimalisasi manfaat kesehatan KB, pelayanan tersebut harus disediakan bagi wanita dengan cara menggabungkan dan memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan reproduksi utama dan yang lain. Juga responsif terhadap berbagai tahap kehidupan reproduksi wanita. Peningkatan dan perluasan pelayanan keluarga berencana merupakan salah satu usaha untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu yang sedemikian tinggi akibat kehamilan yang dialami oleh wanita.
Banyak wanita harus menentukan pilihan kontrasepsi yang sulit. Tidak hanya karena terbatasnya jumlah metode yang tersedia, tetapi juga karena metode-metode tersebut mungkin tidak dapat diterima sehubungan dengan kebijakan nasional KB, kesehatan individual, dan seksualitas wanita atau biaya untuk memperoleh kontrasepsi. Dalam memilih suatu metode, wanita harus menimbang berbagai faktor, termasuk status kesehatan mereka, efek samping potensial suatu metode, konsekuensi terhadap kehamilan yang tidak diinginkan, besarnya keluarga yang diinginkan, kerjasama pasangan, dan norma budaya mengenai kemampuan mempunyai anak.
Setiap metode mempunyai kelebihan dan kekurangan. Namun demikian, meskipun telah mempertimbangkan untung rugi semua kontrasepsi yang tersedia, tetap saja terdapat kesulitan untuk mengontrol fertilitas secara aman, efektif, dengan metode yang dapat diterima, baik secara perseorangan maupun budaya pada berbagai tingkat reproduksi. Tidaklah mengejutkan apabila banyak wanita merasa bahwa penggunaan kontrasepsi terkadang problematis dan mungkin terpaksa memilih metode yang tidak cocok dengan konsekuensi yang merugikan atau tidak menggunakan metode KB sama sekali.
Perasaan dan kepercayaan wanita mengenai tubuh dan seksualitasnya tidak dapat dikesampingkan dalam pengambilan keputusan untuk menggunakan kontrasepsi. Banyak wanita tidak bersedia mengubah siklus normalnya, karena takut bahwa perdarahan yang lama dapat mengubah pola hubungan seksual dan dapat mendorong suami berhubungan seks dengan wanita lain. Siklus yang memanjang atau perdarahan intermiten dapat membatasi partisipasi dalam aktivitas keagamaan maupun budaya. Oleh karena itu, pendapat suami mengenai KB cukup kuat pengaruhnya untuk menentukan penggunaan metode KB oleh istri. Karena wanita mempunyai semacam kendali apabila mereka bertanggung jawab dalam penggunaan kontrasepsi. Dilain pihak, mereka juga dapat merasa kecewa karena harus menolak permintaan seks pasangannya dan memikul beban berat dari setiap efek samping dan risiko kesehatan. Wanita mungkin takut, karena alasan kesopanan atau rasa malu, untuk berbicara dengan pasangannya, baik tentang KB maupun menolak keinginan pasangannya untuk berhubungan ataupun mempunyai anak. Akhirnya, beberapa wanita memilih menggunakan kontrasepsi tanpa sepengetahuan pasangannya.
Dalam tulisan ini akan diuraikan beberapa cara dan pemakaian alat kontrasepsi, serta kelebihan dan kekurangan masing-masing kontrasepsi. Tulisan ini diharapakan dapat memberi masukan dan menambah pengetahuan bagi wanita untuk memilih alat kontrasepsi yang tepat.

Berbagai Cara Kontrasepsi
Kontrasepsi berasal dari kata kontra berarti ‘mencegah’ atau ‘melawan’ dan konsepsi yang berarti pertemuan antara sel telur yang matang dan sel sperma yang mengakibatkan kehamilan. Maksud dari kontrasepsi adalah menghindari/mencegah terjadinya kehamilan sebagai akibat pertemuan antara sel telur yang matang dengan sel sperma tersebut. Ada dua pembagian cara kontrasepsi, yaitu cara kontrasepsi sederhana dan cara kontrasepsi moderen (metode efektif).

Cara Kontrasepsi Sederhana
Kontrasepsi sederhana terbagi lagi atas kontrasepsi tanpa alat dan kontrasepsi dengan alat/obat. Kontarsepsi sederhana tanpa alat dapat dilakukan dengan senggama terputus dan pantang berkala. Sedangkan kontarsepsi dengan alat/obat dapat dilakukan dengan menggunakan kondom, diafragma atau cup, cream, jelly, atau tablet berbusa (vaginal tablet).

Cara Kontrasepsi Moderen/Metode Efektif
Cara kontrasepsi ini dibedakan atas kontrasepsi tidak permanen dan kontrasepsi permanen. Kontrasepsi permanen dapat dilakukan dengan pil, AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim), suntikan, dan norplant. Sedangkan cara kontrasepsi permanen dapat dilakukan dengan metode mantap, yaitu dengan operasi tubektomi (sterilisasi pada wanita) vasektomi (sterilisasi pada pria).

Senggama Terputus
Merupakan cara kontrasepsi yang paling tua. Senggama dilakukan sebagaimana biasa, tetapi pada puncak senggama, alat kemaluan pria dikeluarkan dari liang vagina dan sperma dikeluarkan di luar. Cara ini tidak dianjurkan karena sering gagal, karena suami belum tentu tahu kapan spermanya keluar.

Pantang Berkala (Sistem Kalender)
Cara ini dilakukan dengan tidak melakukan senggama pada saat istri dalam masa subur. Cara ini kurang dianjurkan karena sukar dilaksanakan dan membutuhkan waktu lama untuk ‘puasa’. Selain itu, kadang juga istri kurang terampil dalam menghitung siklus haidnya setiap bulan.

Kondom/Diafragma
Kondom merupakan salah satu pilihan untuk mencegah kehamilan yang sudah populer di masyarakat. Kondom adalah suatu kantung karet tipis, biasanya terbuat dari lateks, tidak berpori, dipakai untuk menutupi zakar yang berdiri (tegang) sebelum dimasukkan ke dalam liang vagina. Kondom sudah dibuktikan dalam penelitian di laboratorium sehingga dapat mencegah penularan penyakit seksual, termasuk HIV/AIDS.
Kondom mempunyai kelebihan antara lain mudah diperoleh di apotek, toko obat, atau supermarket dengan harga yang terjangkau dan mudah dibawa kemana-mana. Selain itu, hampir semua orang bisa memakai tanpa mengalami efek sampingan. Kondom tersedia dalam berbagai bentuk dan aroma, serta tidak berserakan dan mudah dibuang. Sedangkan diafragma adalah kondom yang digunakan pada wanita, namun kenyataannya kurang populer di masyarakat.

Cream, Jelly, atau Tablet Berbusa
Semua kontrasepsi tersebut masing-masing dimasukkan ke dalam liang vagina 10 menit sebelum melakukan senggama, yaitu untuk menghambat geraknya sel sperma atau dapat juga membunuhnya. Cara ini tidak populer di masyarakat dan biasanya mengalami keluhan rasa panas pada vagina dan terlalu banyak cairan sehingga pria kurang puas.

Pil
Pil adalah obat pencegah kehamilan yang diminum. Pil telah diperkenalkan sejak 1960. Pil diperuntukkan bagi wanita yang tidak hamil dan menginginkan cara pencegah kehamilan sementara yang paling efektif bila diminum secara teratur. Minum pil dapat dimulai segera sesudah terjadinya keguguran, setelah menstruasi, atau pada masa post-partum bagi para ibu yang tidak menyusui bayinya. Jika seorang ibu ingin menyusui, maka hendaknya penggunaan pil ditunda sampai 6 bulan sesudah kelahiran anak (atau selama masih menyusui) dan disarankan menggunakan cara pencegah kehamilan yang lain.
Pil dapat digunakan untuk menghindari kehamilan pertama atau menjarangkan waktu kehamilan-kehamilan berikutnya sesuai dengan keinginan wanita. Berdasarkan atas bukti-bukti yang ada dewasa ini, pil itu dapat diminum secara aman selama bertahun-tahun. Tetapi, bagi wanita-wanita yang telah mempunyai anak yang cukup dan pasti tidak lagi menginginkan kehamilan selanjutnya, cara-cara jangka panjang lainnya seperti spiral atau sterilisasi, hendaknya juga dipertimbangkan. Akan tetapi, ada pula keuntungan bagi penggunaan jangka panjang pil pencegah kehamilan. Misalnya, beberapa wanita tertentu merasa dirinya secara fisik lebih baik dengan menggunakan pil daripada tidak. Atau mungkin menginginkan perlindungan yang paling efektif terhadap kemungkinan hamil tanpa pembedahan. Kondisi-kondisi ini merupakan alasan-alasan yang paling baik untuk menggunakan pil itu secara jangka panjang.

Jenis-jenis Pil
Pil gabungan atau kombinasi Tiap pil mengandung dua hormon sintetis, yaitu hormon estrogen dan progestin. Pil gabungan mengambil manfaat dari cara kerja kedua hormon yang mencegah kehamilan, dan hampir 100% efektif bila diminum secara teratur.
Pil berturutan Dalam bungkusan pil-pil ini, hanya estrogen yang disediakan selama 14—15 hari pertama dari siklus menstruasi, diikuti oleh 5—6 hari pil gabungan antara estrogen dan progestin pada sisa siklusnya. Ketepatgunaan dari pil berturutan ini hanya sedikit lebih rendah daripada pil gabungan, berkisar antara 98—99%. Kelalaian minum 1 atau 2 pil berturutan pada awal siklus akan dapat mengakibatkan terjadinya pelepasan telur sehingga terjadi kehamilan. Karena pil berturutan dalam mencegah kehamilan hanya bersandar kepada estrogen maka dosis estrogen harus lebih besar dengan kemungkinan risiko yang lebih besar pula sehubungan dengan efek-efek sampingan yang ditimbulkan oleh estrogen.
Pil khusus – Progestin (pil mini) Pil ini mengandung dosis kecil bahan progestin sintetis dan memiliki sifat pencegah kehamilan, terutama dengan mengubah mukosa dari leher rahim (merubah sekresi pada leher rahim) sehingga mempersulit pengangkutan sperma. Selain itu, juga mengubah lingkungan endometrium (lapisan dalam rahim) sehingga menghambat perletakan telur yang telah dibuahi.
Kontra indikasi Pemakaian Pil Kontrasepsi pil tidak boleh diberikan pada wanita yang menderita hepatitis, radang pembuluh darah, kanker payudara atau kanker kandungan, hipertensi, gangguan jantung, varises, perdarahan abnormal melalui vagina, kencing manis, pembesaran kelenjar gondok (struma), penderita sesak napas, eksim, dan migraine (sakit kepala yang berat pada sebelah kepala).
Efek Samping Pemakaian Pil Pemakaian pil dapat menimbulkan efek samping berupa perdarahan di luar haid, rasa mual, bercak hitam di pipi (hiperpigmentasi), jerawat, penyakit jamur pada liang vagina (candidiasis), nyeri kepala, dan penambahan berat badan.


XI. Tanda-Tanda Bahaya Kala Nifas

Infeksi Masa Nifas

Setelah persalinan terjadi beberapa perubahan penting diantaranya makin meningkatnya pembentukkan urin untuk mengurangi hemodilusi darah, terjadi penyerapan beberapa bahan tertentu melalui pembuluh darah vena sehingga terjadi peningkatan suhu badan sekitar 0,5 oC yang bukan merupakan keadaan patologis atau menyimpang pada hari pertama. Perlukaan karena persalinan merupakan tempat masuknya kuman kedalam tubuh, sehingga menimbulkan infeksi pada kala nifas. Infeksi kala nifas adalah infeksi peradangan pada semua alat genitalia pada masa nifas oleh sebab apapun dengan ketentuan meningkatnya suhu badan melebihi 38 oC tanpa menghitung hari pertama dan berturut-turut selama dua hari.

Gambaran klinis infeksi umum dapat dalam bentuk :

1. Infeksi Lokal

1. Pembengkakan luka episiotomi.

2. Terjadi penanahan.

3. Perubahan warna lokal.

4. Pengeluaran lochia bercampur nanah.

5. Mobilisasi terbatas karena rasa nyeri.

6. Temperatur badan dapat meningkat.

2. Infeksi General

1. Tampak sakit dan lemah.

2. Temperatur meningkat diatas 39 oC.

3. Tekanan darah dapat menurun dan nadi meningkat.

4. Pernapasan dapat meningkat dan napas terasa sesak.

5. Kesadaran gelisah sampai menurun dan koma.

6. Terjadi gangguan involusi uterus.

7. Lochia : berbau, bernanah serta kotor.

Faktor Predisposisi Infeksi Masa Nifas

Faktor predisposisi infeksi masa nifas diantaranya adalah :

  1. Persalinan berlangsung lama sampai terjadi persalinan terlantar.
  2. Tindakan operasi persalinan.
  3. Tertinggalnya plasenta selaput ketuban dan bekuan darah.
  4. Ketuban pecah dini atau pada pembukaan masih kecil melebihi enam jam.
  5. Keadaan yang dapat menurunkan keadaan umum, yaitu perdarahan antepartum dan post partum, anemia pada saat kehamilan, malnutrisi, kelelahan dan ibu hamil dengan penyakit infeksi.

2.5.3. Terjadinya Infeksi Masa Nifas

Terjadinya infeksi masa nifas adalah sebagai berikut:

  1. Manipulasi penolong: terlalu sering melakukan pemeriksaan dalam, alat yang dipakai kurang suci hama.
  2. Infeksi yang didapat di rumah sakit (nosokomial).
  3. Hubungan seks menjelang persalinan.
  4. Sudah terdapat infeksi intrapartum: persalinan lama terlantar, ketuban pecah lebih dari enam jam, terdapat pusat infeksi dalam tubuh (lokal infeksi).
  5. 2.5.4. Keadaan abnormal pada rahim

Beberapa keadaan abnormal pada rahim adalah :

1. Sub involusi uteri.

Proses involusi rahim tidak berjalan sebagaimana mestinya, sehingga proses pengecilan rahim terhambat. Penyebab terjadinya sub involusi uteri adalah terjadinya infeksi pada endometrium, terdapat sisa plasenta dan selaputnya, terdapat bekuan darah, atau mioma uteri.

2. Pendarahan masa nifas sekunder.

Adalah pendarahan yang terjadi pada 24 jam pertama. Penyebabnya adalah terjadinya infeksi pada endometrium dan terdapat sisa plasenta dan selaputnya.

3. Flegmansia alba dolens.

Merupakan salah satu bentuk infeksi puerpuralis yang mengenai pembuluh darah vena femoralis. Gejala kliniknya adalah :

1. Terjadi pembengkakan pada tungkai.

2. Berwarna putih.

3. Terasa sangat nyeri.

4. Tampak bendungan pembuluh darah.

5. Temperatur badan dapat meningkat.

Keadaan abnormal pada payudara

Beberapa keadaan abnormal yang mungkin terjadi adalah :

1. Bendungan ASI

Disebabkan oleh penyumbatan pada saluran ASI. Keluhan mamae bengkak, keras, dan terasa panas sampai suhu badan meningkat.

2. Mastitis dan Abses Mamae

Infeksi ini menimbulkan demam, nyeri lokal pada mamae, pemadatan mamae dan terjadi perubahan warna kulit mamae.

Keadaan abnormal pada psikologis

1. Psikologi Pada Masa Nifas

Perubahan emosi selama masa nifas memiliki berbagai bentuk dan variasi. Kondisi ini akan berangsur-angsur normal sampai pada minggu ke 12 setelah melahirkan.

Pada 0 – 3 hari setelah melahirkan, ibu nifas berada pada puncak kegelisahan setelah melahirkan karena rasa sakit pada saat melahirkan sangat terasa yang berakibat ibu sulit beristirahat, sehingga ibu mengalami kekurangan istirahat pada siang hari dan sulit tidur dimalam hari.

Pada 3 -10 hari setelah melahirkan, Postnatal blues biasanya muncul, biasanya disebut dengan 3th day blues. Tapi pada kenyataanya berdasarkan riset yang dilakukan paling banyak muncul pada hari ke lima. Postnatal blues adalah suatu kondisi dimana ibu memiliki perasaan khawatir yang berlebihan terhadap kondisinya dan kondisi bayinya sehingga ibu mudah panik dengan sedikit saja perubahan pada kondisi dirinya atau bayinya.

Pada 1 – 12 minggu setelah melahirkan, kondisi ibu mulai membaik dan menuju pada tahap normal. Pengembalian kondisi ibu ini sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungannya, misalnya perhatian dari anggota keluarga terdekat. Semakin baik perhatian yang diberikan maka semakin cepat emosi ibu kembali pada keadaan normal.

2. Depresi Pada Masa Nifas

Riset menunjukan 10% ibu mengalami depresi setelah melahirkan dan 10%-nya saja yang tidak mengalami perubahan emosi. Keadaan ini berlangsung antara 3-6 bulan bahkan pada beberapa kasus terjadi selama 1 tahun pertama kehidupan bayi.

Penyebab depresi terjadi karena reaksi terhadap rasa sakit yang muncul saat melahirkan dan karena sebab-sebab yang kompleks lainnya. Berdasarkan hasil riset yang dilakukan menunjukan faktor-faktor penyebab depresi adalah terhambatnya karir ibu karena harus melahirkan, kurangnya perhatian orang-orang terdekat terutama suami dan perubahan struktur keluarga karena hadirnya bayi, terutama pada ibu primipara.



X. SEX SETELAH MELAHIRKAN

Jangan Terlalu Memaksa
Jangan menyalahkan diri sendiri karena turunnya libido anda itu. Nanti anda bisa bertambah stress! Mengurus bayi saja sudah cukup stressful, jangan menambah beban pikiran anda dengan those sex things. Kehidupan sex yang sehat memang penting dalam perkawinan. Tapi kehidupan perkawinan kan tidak melulu diisi dengan sex.
Sekarang ini saatnya anda mendengarkan tubuh anda. Jika tubuh anda tidak menginginkan sex, ya jangan dipaksa karena jika anda memaksakan diri bisa merugikan kehidupan sex anda sendiri nantinya. Bicarakan kondisi ini dengan suami untuk mencari jalan keluar yang terbaik bagi anda berdua. Dengan komunikasi yang lancar, niscaya suami bisa mengerti.

Hormonlah Penyebabnya
Bisa dipahami jika anda merasa kecewa dengan “kondisi” anda saat ini. Karena ketika sedang hamil saja, anda merasa kehidupan sex anda sangat baik. Tetapi sekarang ini, tiba-tiba sex menjadi hal terakhir yang anda inginkan. Pada umumnya, perempuan hamil memang mengalami peningkatan libido. Mungkin inilah cara alam “mengkompensasi” kehidupan sex anda.
Hormonlah penyebab semua ini. Peningkatan hormon estrogen dan progesteron selama hamil menyebabkan libido anda meningkat. Setelah melahirkan, estrogen dan progesteron akan turun dengan tiba-tiba. Pada saat yang bersamaan kadar hormon prolaktin, yaitu hormon yang sangat berperan dalam pembentukan ASI, meningkat dengan pesat. Akibatnya, libido anda ikut menurun. Turunnya libido ini ternyata juga menyebabkan kekeringan vagina karena tubuh anda tidak bisa memproduksi pelumas alami (natural lubricant). Namun, masalah vaginal dryness ini bisa mudah diatasi dengan menggunakan pelumas buatan (lubricating gel) yang dapat anda beli di apotek

.Jangan Terlalu Menuntut Diri
Anda mungkin merasa “berdosa” kepada suami karena tidak bisa memenuhi kebutuhan biologisnya. Anda mungkin juga malu dengan tubuh anda saat ini. Bicarakan semua itu dengan suami anda. Selain itu libatkan juga suami anda untuk mengurusi si kecil. Walaupun mungkin sudah ada baby sitter yang siap membantu anda, jangan segan-segan meminta bantuan suami. Toh, si kecil adalah buah hati anda berdua juga kan. Siapa tahu dengan begitu ia akan lebih memahami kondisi anda, dan hubungan anda berdua sebagai suami istri jadi semakin dekat.
Jangan terlalu terganggu dengan keadaan rumah yang tidak serapi atau seteratur biasanya. Dibandingkan dengan urusan rumah, untuk saat ini kebutuhan bayi anda jelas lebih penting. Nikmatilah saat-saat anda mengurus si kecil. Karena anda nyaris tidak tidur pada malam hari, cobalah untuk tidur ketika bayi anda tidur di pagi/siang hari. Dan jangan sampai kesibukan mengurus si kecil membuat anda melewatkan waktu makan. Mengurus bayi itu pekerjaan yang butuh banyak energi lho. Kalau sering makan tidak teratur dan asal-asalan, bagaimana anda bisa mengembalikan energi tubuh lagi?!apalagi mengharapkan libido anda secepatnya kembali seperti semula.

Tidak Melulu Harus Sex
Keintiman tidak melulu diperoleh melalui sex, bukan? Jika sex memang belum memungkinkan, untuk sementara bermesraan saja dulu. Anda berdua bisa tiduran sambil berpelukan. Atau misalnya hanya dengan berpegangan tangan, sentuhan lembut dan saling mengutarakan kata-kata mesra. Bahkan, melihat suami yang dengan lapang hati membantu mengerjakan pekerjaan rumah tangga atau mau terjun langsung ikut mengurus si kecil, bisa menjadi aphrodisiac bagi kehidupan sex anda berdua. Anggap saja masa-masa tanpa sex itu masa anda untuk me-recharge energi. Daripada memikirkan kapan bisa having sex, lebih baik ciptakan romansa di hati anda dan suami dulu. Berlakulah seperti ketika pacaran dulu. Be patience! Dan ketika anda sudah siap lahir-batin untuk berhubungan intim lagi dengan suami, hm…rasanya seperti pengantin baru lagi.

About these ads
9 Komentar leave one →
  1. 22 Januari 2009 04:53

    Thanks, artikel bagus. Bisa tambahin artikel ttg ibu yg nifas karena keguguran? Banyak yg mengalami ini dan tentunya lebih depresi karena tidak ada bayi, tidak ada yg bisa disusui.
    Thx.

  2. RIA permalink
    2 April 2009 01:53

    Askum,,,saya dapat tugas membuat makalah post partum group. tapi sya tidak menemukan. sekiranya anda bisa membantu

  3. 3 Desember 2009 20:15

    artikelnya kereNNNNNNNN abiZ

  4. chaby mercubaktijaya Padang permalink
    7 Desember 2009 01:51

    ocre dehc…….
    thanks bgt yachhhhhhhhhhhhhhhhh
    coz tugas kami jadi lebih murahhhhhhhhh
    hehehehehehheheh

  5. syah permalink
    29 Desember 2009 00:01

    oke artikelnya tapi kl bisa daftar pustakanya dilampirin dong..

  6. 3 Februari 2010 07:21

    makasih ya atas artikelya..
    makalah ulan selesai jadiya..

  7. 18 Juni 2011 22:40

    waduh menakutkan juga ya kalau di pikir-pikir.. namun itu lah resiko menjadi seorang wanita.. :)) artikel yang sangat menarik sekali.. terimakasih :)

  8. S_Nitiz_M permalink
    8 Desember 2013 15:14

    lain kali di tambah pendahuluannya dong,
    Byar lebih bagus dan lbih lengkap lagi (y)

Trackbacks

  1. UAS Komputer « cancergirl0174

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 74 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: